Apám adalah seorang penguasa besar: dia menduduki takhta raja-raja suci dan membangun sebuah kerajaan yang kuat dari warisan yang retak. Apa nasib yang menantiku? Aku melihat semuanya membusuk di depan mataku... Pada musim panas tahun 1348, Anjou Lajos pulang dari ekspedisi balas dendam terhadap Napoli. Dia telah menaklukkan kota itu, tetapi gagal secara politik dan moral. Namun, perarakan kemenangannya terpaksa terhenti bukan oleh musuhnya, tetapi oleh sebuah penyakit misterius. Sang raja muda bergegas kembali ke Kerajaan Hungary, membawakan sesuatu yang belum pernah dilihat atau dialami oleh sesiapa: sebuah penyakit yang tidak hanya membunuh tetapi juga menghidupkan kembali orang dari kematian. Semuanya awalnya tampak sebagai keajaiban, tetapi doa syukur segera digantikan dengan permohonan ketakutan untuk pengampunan ilahi. Mereka yang dihidupkan kembali tidak kembali sebagai diri mereka yang lama: orang mati yang dihidupkan kembali tidak dapat dihentikan, dan kelaparan mereka tidak dapat dipuaskan... Bíró Szabolcs, penulis Non nobis Domine dan siri Anjou, menunjukkan sisi yang sama sekali baru dalam Lázár evangéliuma. Bendera lili kali ini pergi ke dalam perang yang belum pernah terjadi sebelumnya: musuh tidak datang dari timur atau barat, tetapi dari seberang kubur, dan menginginkan lebih dari sekadar kekuasaan. Pertanyaan utama adalah, apakah kehidupan manusia dapat bertahan, atau semuanya akan hilang di altar kebinasaan.
Szabolcs Bíró Reihenfolge der Bücher (Chronologisch)


Ragnarök
- 237 Seiten
- 9 Lesestunden