Das Buch zeigt deutlich wieviel es einer Frau abverlangt eine Geisha zu werden.
Mehr zum Buch
Sebuah karya yang memikat, novel debut ini diceritakan dengan keaslian yang mulus dan lirik yang indah sebagai pengakuan sejati dari salah satu geisha paling terkenal di Jepang. Nitta Sayuri menceritakan kisah hidupnya sebagai geisha dengan kebijaksanaan usia dan suara yang menghantui dan langsung terasa. Kita memasuki dunia di mana penampilan sangat penting; di mana keperawanan seorang gadis dilelang kepada penawar tertinggi; di mana wanita dilatih untuk memikat pria-pria paling berkuasa; dan di mana cinta dianggap sebagai ilusi. Kisah Sayuri dimulai di sebuah desa nelayan miskin pada tahun 1929, ketika, sebagai gadis sembilan tahun dengan mata biru-keabu-abuan yang tidak biasa, dia diambil dari rumahnya dan dijual ke sebuah rumah geisha yang terkenal. Melalui matanya, kita melihat jantung dekaden Gion—daerah geisha di Kyoto—dengan rumah teh, teater, gang-gang sempit, kuil megah, dan jalan-jalan seniman. Kita menyaksikan transformasinya saat dia belajar seni geisha yang ketat: tari, musik, mengenakan kimono, riasan, dan rambut yang rumit; menuangkan sake untuk menunjukkan sedikit pergelangan tangannya; serta bersaing dengan saingan cemburu untuk perhatian pria dan uang. Namun, saat Perang Dunia II meletus dan rumah geisha terpaksa tutup, Sayuri harus menemukan kembali dirinya untuk menemukan kebebasan langka dengan caranya sendiri.
Buchkauf
Memoirs of a Geisha - Memoar Seorang Geisha, Arthur Golden, Listiana Srisanti
- Sprache
- Erscheinungsdatum
- 2002
- product-detail.submit-box.info.binding
- (Paperback)
Von der ersten bis zur letzten Seite genial.




